Minggu, 12 Februari 2012

Nia Si Gadis Tangguh


Karya : Sarah Indira KS
editor : Anne April

Nia, begitu orang sering memanggil. Gadis berusia 17 tahun dengan rambut pendek dan style tomboy sedang meneruskan sekolahnya di salah satu SMA terpandang dikotaku. Bagiku dia adalah kakak kelas yang sangat perfect dan mungkin ini hanya menurut sudut pandang pola pikirku saja karena aku tak pernah mengetahui bagaimana penilaian orang lain terhadap gadis manis berkaca mata itu. Di hari pertama hingga terakhir aku menjalani mos, sosoknya tak pernah tampak dilingkaran mataku.

Ketika tahun ajaran baru dimulai, sebuah organisasi disekolah mempertemukan aku dan sahabatku dengannya. Begitu memukau, terpananya pandangan tanpa kedipan entah apa yang sedang terpikirkan saat itu, kedua mata ini hanya tertuju kepada sikap yang terpancar dari dalam diri gadis berzodiac taurus tersebut. Tepat hari itu, Rabu adalah pertemuan pertama dimulai serta bukan hanya sekedar sajak kebetulan kakak kelas yang memiliki wajah indah itu merupakan ketua dari organisasi yang aku ikuti.

“Hai semua! Adik-adik, nama kakak adalah Nia. Kakak duduk di kelas XI IPA. Untuk saat ini kakak harap kalian bisa menyesuaikan diri, mendukung dan terus mengikuti kegiatan ini ya,” Inilah sekedar sambutan kecil yang disampaikan oleh gadis kelahiran April tersebut.
“Siap kak! Kami pasti semangat!” teriakan serentak dariku dan teman-teman yang memecahkan keheningan didalam ruang persegi yang kami semua berasa didalamnya. Senyuman kecil dari bibirnya terbiaskan, tak seperti senyuman yang biasa kulihat. Dia berjalan menuju pintu lalu meninggalkan kami semua. Perbedaan waktu belajarlah yang membuatnya harus kembali masuk kelas untuk melanjutkan pelajaran. Aku masuk kelas pagi, sedangkan dia masuk kelas siang.

Lelahnya hari menbuat aku untuk segera pulang kerumah menikmati teduh dan sejuknya susasana. Diperjalanan pulang tak hentinya aku dan Sahabatku, Vina, asyik memperbincangkan tentang sosok Kak Nia.

“Kamu lihat sikap Kak Nia tadi gak?” Pertanyaan Vina tertutur sembari menunjukkan wajah yang keheranan.
“Iya Vin, Kenapa?”Jawabku Ringkas, karena saat itu akupun tak tahu kalau Si Vina satu feeling sepertiku.
“Dia berbeda dari yang lain. eh, maksudku… Hmm.. begitulah intinya,” Kata-katanya mulai membuatku penasaran.
“Iyalah, Kakaknya cantik. Kita kan baru saja mengenalnya. So, belum mengerti tentang bagaimana sifat aslinya. Jangan-jangan cinlok ya? Eh, tapi kamu juga cewek, mana boleh Falling in Love dengan Kak Nia,”
“Sembarangan kamu ya. Kita lihat sajalah bagaimana keadaan seterusnya,”Jawab Vina lesu karena sempat aku ledekin.
“Yowessss… Kita pulang,” sebenarnya sejak tadi aku ingin bilang seperti itu juga tapi apa mau dikata, aku hanya dapat berbicara lirih dalam hati.

Untuk latihan yang kesekian kalinya, aku dan Vina semakin akrab dengan gadis manis itu. Kami saling tukar menukar nomer handphone. Jujur, sebenarnya aku tak sedikitpun mempunyai keberanian untuk menghubunginya. Tapi rasa penasaranku terus menghantui hingga akhirnya jemariku menari indah menyentuh layar Samsung Galaxy kesayanganku.

“Hy kak, aku yang tadi minta nomer kakak, disave ya kak.” Gaya tulisan anak alay yang biasa sedikit lebay aku gunakan. Dan message sent… tak lama kemudian handphoneku berdering, ternyata Kak Nia membalas pesan singkatku. Ku buka pesan tersebut dengan jantung yang berdebar.

“Ok! Sip dek J. I’ll save. Tapi, kamu yang mana ya? Tadi kan ada dua orang,” ketika membacanyapun aku hanya tertawa keras.yang terfikir adalah betapa bodohnya aku, gak menuliskan nama. Kemudian aku tegaskan bahwa aku yang mengenakan kacamata putih. Dia lalu meminta maaf. Hatiku menjadi tak karuan, merasa bersalah karena aku yang salah. Aku termenung lalu memberanikan diri membalas pesannya.

“Gak perlu mengucapkan maaf Kak, Aku juga yang salah. Lupa memberi nama. Senang rasanya bisa mengenal kakak,”

Setelah ku tunggu lama, dia tak membalas pesanku. Mungkin telah berada dalam indahnya buaian mimpi karena saat itu waktu menunjukkan pukul 23.45 WIB.

Pagi yang cerah sedang bersama menikmati lagu-lagu grup band idolaku, The Virgin. Sedang asyik mengikuti alunan nada dan lirik lagu, terlihat Vina tergopoh-gopoh berlari  menuju bangku tempat dudukku dikelas. Nafas yang tak teratur dan terengah-tengah ( Bahasa gaulnya, Nafas Cenat Cenut J ).

“Saraaaaaah! Semalam aku smsan sama Kak Nia. Ternyata dia sangat lucu dan seru,” Si pemilik nafas cenat-cenut itu bertutur.
“Oh My God! Hanya mau bilang itu saja, kamu sampai lari-lari seperti dikejar setan! Bodoh-bodoh!” Jawabku yang sedikit meninggi nadanya.

Lonceng tanda istirahat sekolahpun dibunyikan. Diperjalanan menuju kantin aku melihat Kak Nia piket menjaga UKS dengan teman dekatnya. Aku menuturkan senyuman padanya dan dia juga membalas senyumanku.

Waktu yang terus berjalan tak pernah menunjukkan kata letihnya membuat aku  mengetahui siapa diri Kak Nia, walau hanya sekedar mengenal. Dan semua itu bukan hanya sekedar berita simpang siur yang disampaikan dari mulut ke mulut, tetapi aku juga memperhatikan secara langsung. Kak Nia memang bukan Gadis Biasa dan sangat berbeda dengan teman-temannya yang lain. Sampai detik ini aku belum mengetahui kebenaran tentang siapa Kak Nia yang selalu kupikirkan. Aku takut dibilang lancang jika menanyakan hal yang menjadi pertanyaan besarku kepadanya. Apa yang sesungguhnya ada pada dia? Dan hanya waktu yang bisa menjawab setiap keraguan yang muncul.

Sebulan, waktu yang cukup lama aku lost contact dengannya. Begitu pula kegiatan organisasiku yang tiba-tiba diliburkan dengan berjuta kabar burung yang tersebar. Ada yang bilang kalau organisasi ini tidak mendapat  persetujuan dari yayasan, ada yang bilang kalau guru pendampingnya keluar dari sekolah dan ada yang bilang kalau Para kakak senior sedang mengusulkan proposal untuk mengadakan pameran serta kabar terakhir yang paling akurat kudengar adalah Kak Nia sering sakit hingga selalu menjadi absenan UKS dan Rumah Sakit. Mengapa diliburkan? Jawabannya hanya satu. Kak Nia adalah Orang yang sangat berpengaruh didalam organisasi ini, selain sebagai Ketua Umum, Kak Nia jugalah sebagai Fasilitator yang mengajarkan kami karena hanya dia yang mengerti tentang seluk beluk oraganisasi yang aku ikuti. Organisasi ini merupakan salah satu organisasi disekolahku yang mempelajari keseluruhan dari siklus kehidupan remaja. Mulai dari Teman dan Sahabat, Orang Tua, Cinta dan Kasih Sayang, Seksualitas, Kesehatan Reproduksi, Rokok hingga segala Jenis Narkoba. Bukan maksudnya gak ada lagi kakak senior lain yang mengerti, tapi Kak Nia berasal dari keluarga yang berkecimpung didunia kesehatan, kerena itulah dia dipercaya untuk menanganinya. Jika harus ditanya apapun tentang kesehatan, Kak Nia selalu menjawab secara detail dan semua itu sudah bagaikan sarapan sehari-hari.

“Kak, Kak Nia Kemana? Sudah lama aku gak lihat, Apa benar dia sakit?” Tanyaku kepada Kakak Kelas yang kebetulan teman dekat Kakak idolaku tersebut.
“Iya dek. Dia sekarang di Rawat di Rumah Sakit,” ini jawaban yang sangat mengagetkan bagiku.
“Sejak kapan kak? Sakit apa?”tanyaku dengan ribuan pertanyaan.
“gak tahu karena kakak belum dapat kabar darinya.” Pembicaraan kami terhenti. Aku dan Sahabat Kak Nia berpisah, Karena saat itu aku terburu-buru mau pergi ke toilet.

Jam pelajaran telah usai. Aku menghampiri taman sekolah yang biasa dijadikan Kak Nia sebagai tempat pelepas kesendirian. Aku termenung. Hati mulai bertanya dan otakku kembali berpikir. Kak Nia tak terlihat seperti orang yang sedang mengidap penyakit parah. Keceriaannya, senyum manisnya dan dia selalu kuat. Aku salut dengannya. Aku merasa bahwa aku takkan sanggup untuk menjalani hidup sepertinya. Hanya satu hal yang menjadi sebuah penyesalanku saat ini, yaitu tak pernah sekalipun aku menjenguknya selama dia sakit. Itu membuatku merasa bukan seperti teman untuknya. Dekat dengannya saja aku sudah merasa sangat tak enak. Menatap wajah indah dan senyuman manis dari bibirnyapun aku tak kuat karena dapat membuatku menangis. Ditambah lagi mendengar kabar bahwa dia sakit. Betapa menderitanya menjadi dia, banyak tersimpan berjuta harapan yang dia pendam. Tetapi aku yakin, Kak Nia bukanlah Gadis yang lemah dan mudah menyerah! Dia akan bangkit di balik keterpurukannya karena Dialah gadis tangguh yang kujadikan sebagai inspirasi dan semangatku yang kuat. Kak Nia pasti akan mewujudkan segala keinginan serta cita-citanya J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar